
Suatu ketika seorang ibu bertanya-tanya, mengapa anaknya pulang sekolah terlalu sore. Kemuadian si anak menjawabnya dengan tenang “ibu, saya ka nada pelajaran tambahan, ingat tidak” Lalu Ibu itu belum puas juga bertanya entah karena alas an apa sang ibu itu bertanya kembali “seharusnya kan kamu tetap pulang sore, pasti kamu main-main dulu, pasti kamu nakal di luar sana”
Akan tetapi sang ibu tetap saja tidak mau tau…. Sang ibu tetap mengotot kalo si anak harus pulang ontime……
“AAAAAAAARGGGGGGGGHHHHHHHHHHH…… kenapa ibu selalu tidak percaya, dan selalu curiga sama saya, saya benci ibu, kenapa selalu mencap saya jelek, mengapa saya selalu disalahkan atas kondisi ibu, kenapa…………..AAAAAAAAAAAAAAAGGGGGGGGGGGGGGGJHHHHHHHHHHQQQQQQQQ” si anak berteriak sambil menangis…..
Si anak tidak mengenatahui kenapa sang ibu masih saja tidak bangga pada dirinya, selalu saja salah disaat kemauan sang ibu tidak terpenuhi… Si anak tertekan pada hatinya yang emosi dan merasakan benci pada dirinya… dan kemudian menyakiti dirinya sendiri…..
Itulah kenapa Si anak Berteriak… karena hati, pikiran dan jiwanya yang telah dia lakukan hanya untuk sang ibu… tapi sang ibu tidak memahami si Anak bahwa Si Anak sudah melakukan hal yang benar dan segalanya untuk sang Ibu.**
#Saat berteriak dan menyakiti diri itulah yang membuat si anak dapat meluapkan emosinya, karena si Anak tidak sanggup untuk melukai sang ibu ataupun orang lain. Dia hanya dapat menyakiti dirinya sendiri…. Ku mohon berikan si Anak keteduhan Hati dengan tulus... karena Si anak selalu melakukan segalanya untuk orang yang dia cintai.